Tips Mengelola Modal Usaha bagi Pemula

Modal usaha adalah salah satu komponen penting yang perlu diperhatikan untuk menjaga keuangan usaha tetap stabil bahkan mengalami peningkatan secara terus-menerus. Sayangnya, banyak juga pengusaha yang akhirnya ‘gulung tikar’ hanya karena tidak tahu bagaimana caranya mengelola modal usaha.

Pada dasarnya, tidak ada cara pasti yang dapat dilakukan untuk mengelola modal usaha, karena setiap bisnis memiliki aturan tersendiri untuk mengalokasikan modalnya. Lalu bagaimana cara mengelola modal usaha dengan efektif? Beberapa tips berikut mungkin dapat Anda lakukan agar bisnis Anda tetap dapat berjalan dengan menggunakan modal usaha yang sesuai dengan alokasinya.

Membuat Rekening Terpisah

Hasil gambar untuk membuat rekening terpisahMeskipun Anda baru memulai usaha kecil, tidak ada salahnya untuk memisahkan keuangan usaha dan keuangan pribadi. Hal ini diperlukan untuk membantu Anda mencatat pengeluaran dan pemasukan usaha dengan lebih terperinci dan akurat, serta membantu Anda mengelola arus kas dengan baik. Buatlah rekening khusus untuk usaha Anda, sehingga jika suatu saat terjadi masalah keuangan, uang pribadi Anda tidak tercampur aduk dengan modal usaha.

Fokus Pada Satu Bisnis

Gambar terkaitFokuslah pada bidang usaha yang sedang Anda tekuni. Jangan terlalu cepat untuk menambah usaha lain jika target bisnis Anda belum tercapai. Hal ini dapat memengaruhi keadaan modal usaha Anda dan menyebabkan ketidakstabilan keuangan usaha. Selain itu, fokus Anda akan terbagi sehingga bisnis yang sedang dijalani tidak dapat berjalan dengan maksimal.

Kurangi Berutang

Hasil gambar untuk kurangi berhutangSalah satu penyebab sebuah bisnis tidak berumur panjang adalah jeratan utang. Bila Anda baru memulai bisnis, hindari untuk meminjam uang bila tidak begitu diperlukan. Misalnya, uang untuk membeli mobil khusus pesan-antar, padahal dagangan Anda masih bisa dikirim lewat pos atau dengan jasa Gojek dan Grab Bike. Jangan sampai bila penghasilan tidak memadai, Anda malah menunggak utang. Sebaiknya kembangkan usaha dengan modal usaha yang dimiliki dahulu, setelah dirasa cukup mampu, Anda bisa melakukan pinjaman atau utang ke pihak tepercaya. Sebelum melakukan utang, periksa juga perjanjian yang ditawarkan oleh pihak pemberi pinjaman. Jangan sampai Anda mengalami penipuan hanya karena kurangnya ketelitian.

Melakukan Konsultasi

Hasil gambar untuk melakukan konsultasi bisnisSalah satu tips agar bisnis berumur panjang adalah dengan mengetahui saran dan komentar yang diberikan oleh keluarga, sahabat, maupun rekan bisnis. Anda juga bisa melakukan konsultasi. Berkonsultasilah dengan kenalan yang lebih berpengalaman, terutama konsultan keuangan. Jika takut mahal, Anda bisa bertanya kepada keluarga atau teman yang sudah pernah terjun dalam membuka bisnis sendiri.

Memonitor Arus Keuangan

Hasil gambar untuk memonitor arus keuangan

Semakin lancar arus keuangan Anda (terutama dalam hal penghasilan), maka semua kewajiban perusahaan akan terpenuhi. Jika ada yang tidak lancar, berarti ada yang salah dengan cara Anda mengatur modal usaha selama ini. Jika pengusaha skala besar membuat anggaran tahunan, pebisnis pemula (apalagi untuk usaha kecil menengah) justru harus lebih sering melakukannya. Misalnya, membuat anggaran per bulan, per tiga bulan, atau per enam bulan. Dari sana Anda sudah bisa mengetahui, apakah arus keuangan untuk bisnis Anda lancar atau bermasalah.

Sumber : https://www.jurnal.id/id/blog/2018-tips-mengelola-modal-usaha-dengan-efektif/

Tips Mempertahankan Bisnis

Dalam menjalankan usaha, masa krisis adalah masa yang tidak dapat dihindari oleh sebagian pengusaha. Krisis ini pun hadir dalam beberapa kategori, diantaranya krisis keuangan, karyawan, motivasi, inovasi, kreativitas, dan krisis penjualan.

Masa krisis ini cenderung dihadapi oleh perusahaan yang usianya kurang lebih 5 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan kalau perusahaan besar sekalipun kerap kali dihadapkan dengan berbagai krisis.

Masa krisis adalah sebuah masa yang harus segera ditangani. Di masa inilah sebuah perusahaan akan ditempah mentalnya untuk menjadi perusahaan yang tangguh. Kemampuan problem solving dari seorang karyawan dan pihak internal perusahaan akan diuji di sini.

Hasil akhir dari berlalunya masa krisis adalah kematangan dalam bertindak dan mengambil keputusan.

Menjalankan bisnis sendiri adalah sebuah tantangan tersendiri bagi seorang wirausahawan atau pengusaha. Banyak dari mereka yang tergoda untuk berhenti bahkan lari dari kenyataan, bukan malah menghadapi krisis tersebut.

Bisnis yang tangguh adalah bisnis yang telah diterjang badai, namun berhasil bangkit lagi dan menjadi lebih kuat untuk generasi berikutnya. Untuk mempertahankan bisnis setelah krisis, coba lakukan beberapa tips seperti dikutip dari Cermati.com:

1. Melakukan Inovasi

Hasil gambar untuk melakukan inovasi

Mempertahankan sebuah bisnis setelah dilanda krisis memang sangat sulit untuk dilakukan. Butuh mental, keberanian, dan kepercayaan diri yang tinggi untuk menanganinya.

Ketika krisis terjadi, janganlah menyalahkan orang lain apalagi menyalahkan rekan kerja. Jadi yang perlu dilakukan adalah menjaga hubungan atau partnership yang sudah lama terjalin.

Tunjukkan sikap percaya diri di hadapan karyawan, pelanggan, supplier, dan kreditor untuk membantu menumbuhkan sikap positive thinking. Faktanya, berpikir positif dapat membuat diri kita mendapatkan ide-ide kreatif untuk berinovasi. Fokuslah pada kekuatan yang kita miliki dan percayalah bahwa semua masalah dapat diatasi.

2. Belajarlah dari Kegagalan

Hasil gambar untuk belajar dari kegagalan

Kegagalan adalah suatu hal yang tidak bisa dihindari saat berbisnis. Banyak perusahaan besar yang mengalami kegagalan terlebih dahulu sebelum bisa berkembang menjadi perusahaan yang besar seperti sekarang.

Saat kegagalan terjadi, coba lakukan analisa di mana letak kesalahannya dan tentukan langkah yang tepat untuk melakukan pencegahan dan perbaikan.

Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Jadikanlah kegagalan ini sebagai langkah awal untuk menjadi lebih baik lagi di masa yang akan datang. Never give up dan berusahalah sekuat tenaga untuk bisa bangkit dari keterpurukan.

Buatlah rencana kerja secara detail dan pikirkan kegagalan apa yang mungkin terjadi dari rencana tersebut.

3. Bangun Kerja Sama Tim yang Lebih Kuat

Hasil gambar untuk kerjasama tim

Kesuksesan tidak bisa dicapai hanya dengan mengandalkan kekuatan sendiri, melainkan bekerja bersama orang lain. Sama halnya seperti berbisnis, setidaknya kita membutuhkan 2 orang atau 30 orang untuk membangun sebuah bisnis yang kita jalankan. Perhatikanlah kinerja tim Anda dan nilailah mana SDM yang produktif dan tidak produktif.

Anda selaku pemilik perusahaan bisa memotivasi karyawan yang bekerja tidak produktif. Doronglah mereka untuk bisa bangkit dari keterpurukan, sama seperti saat Anda memotivasi diri sendiri untuk melakukan hal yang sama.

Milikilah SDM yang memiliki visi dan misi yang sama dengan Anda. Lakukan back up satu sama lain dan jangan egois.

4. Cobalah Untuk Mensyukuri Kesuksesan Kecil

Hasil gambar untuk mensyukuri kesuksesan kecil

Kesuksesan besar berawal dari adanya kesuksesan kecil. Sebuah perusahaan besar juga berawal dari perusahaan kecil. Usaha, kerja keras, dan keuletanlah yang membuat perusahaan tersebut bisa maju. Selain itu, mereka juga selalu mensyukuri kesuksesan kecil yang diraihnya.

Dalam masa krisis, cobalah untuk senantiasa memberikan pelayanan prima bagi konsumen, pelanggan, dan klien. Pelayanan yang bagus menciptakan kepuasan tersendiri bagi pelanggan dan klien. Dari rasa puas ini, bukan tidak mungkin jika klien tersebut merekomendasikan bisnis Anda kepada orang lain.

5. Everything Need Process

Hasil gambar untuk segalanya butuh proses

Menjadi sukses tidaklah diraih hanya dengan sentilan jari. Ada proses atau tahapan yang harus dilewati. Pasang surut bahkan kegagalan tidak bisa dihindari.

Namun, kedua hal inilah yang bisa membuat kita belajar, belajar, dan terus belajar, serta jangan mudah putus asa. Asahlah kemampuan dan miliki kemauan yang kuat untuk maju.

Krisis dan kegagalan kerap kali membuat kita tidak pede untuk tampil di depan umum. Hal ini juga kerap kali membuat kita stres dan berpikiran negatif bahkan underestimate diri sendiri. Lakukanlah kelima tips di atas dan bangunlah dari keterpurukan. Stay positive!

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/2989190/5-tips-mempertahankan-bisnis-setelah-krisis

Cara Memikat Pembeli Milenial

 

Generasi millennial, para individu yang lahir diantara tahun 1980 dan 2000, saat ini sudah mencapai usia mapan. Daya beli generasi ini memang semakin meningkat setiap tahunnya, jadi tidak heran kalau sekarang mereka menjadi segmen pasar utama bagi bisnis dan brand ternama.

Supaya bisa terus disukai dan diminati oleh segmen pasar generasi millennial yang jumlahnya cukup besar, penting sekali untuk terus beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan kebiasaan mereka. Berikut Caranya :

 

  1. Pastikan Bisnis Kamu Terhubung Secara Online

Hasil gambar untuk cara memikat pembeli milenial

Perkembangan teknologi sangat mempengaruhi kehidupan para millennial yang selalu terhubung secara online. Karena sekarang ini cara dan channel yang digunakan para millennial untuk melakukan pembelian semakin beragam, coba lakukan strategi e-Commerce multichannel berikut:

  • Lakukan promosi di berbagai platform berbeda, termasuk media sosial, toko online, situs jual beli, dan marketplace.
  • Optimalkan toko online. Dengan semua promosi yang sudah kamu lakukan untuk mengarahkan customer ke toko online, optimalkan semua fiturnya agar customer merasa nyaman. Pastikan toko online kamu mobile-friendly, memiliki navigasi yang mudah, dan proses pembayaran yang tidak rumit.
  • Gunakan platform eCommerce yang terintegrasi. Supaya tidak repot, pastikan kamu memilih jasa buat website toko online murah, namun dapat diandalkan seperti menghubungkan webstore dengan marketplace dan media sosial.

2. Perkuat Brand Bisnis

Hasil gambar untuk brand bisnis

Millennial dikenal sangat loyal pada brand yang sudah mereka sukai, jadi semakin mereka merasa terhubung dengan brand kamu, semakin besar kemungkinan mereka menjadi pelanggan yang melakukan pembelian berulang. Begini caranya:

  • Jaga reputasi online tetap baik. Selalu berikan produk dan layanan berkualitas terbaik, dan dorong para pelanggan yang sudah puas setelah melakukan pembelian, untuk memberikan review atau testimonial.
  • Jalankan loyalty program. Faktanya, 78% millennial akan lebih memilih brand yang menawarkan loyalty program daripada yang tidak. Perilaku ini menunjukkan bahwa millennial memang loyal dan akan dengan sukarela mempromosikan bisnis online kamu pada orang terdekat, tapi mereka juga mengharapkan timbal balik yang menguntungkan.

3.  Selalu Ikuti Trend

Hasil gambar untuk mengikuti trend

Trend di dunia e-Commerce selalu berubah dengan sangat cepat, para millennial juga bisa dengan mudah mendapatkan informasi yang tidak terbatas mengenai suatu produk. Karena itu selalu perhatikan setiap pergeseran perilaku customer agar bisnis kamu bisa mengantisipasi dan mengikuti perubahan trend yang akan terjadi.

Untuk saat ini, konten gaya visual masih menjadi trend marketing yang efektif untuk menarik perhatian para millennial.

4. Ciptakan Konten yang Memberikan Solusi

Hasil gambar untuk konten yang memberikan solusi

Generasi millennial dikenal kreatif, inovatif dan selalu aktif dalam berbagai hal. Cara marketing dengan hanya menawarkan produk saja biasanya tidak akan dilirik, maka sebaiknya buat konten yang berisi hal ini:

  • Tunjukkan value lebih yang bisa ditawarkan toko online kamu.
  • Edukasi customer dan calon pembeli mengenai berbagai hal yang relevan dengan produk yang kamu tawarkan.
  • Berikan solusi untuk masalah spesifik yang biasanya dialami oleh customer dan calon pembeli.

 Pelajari karakteristik generasi millennial agar bisa membuat strategi marketing yang lebih efektif dan tepat sasaran. Selalu perhatikan pergeseran perilaku pembelian mereka agar kamu bisa memprediksi dan mempersiapkan diri untuk trend baru yang akan datang.

 

Sumber : https://www.sirclo.com/blog/2017/01/4-cara-toko-online-memikat-pembeli-generasi-millenial

 

Kendala-Kendala dalam Menjalankan Bisnis/Usaha

Banyak pebisnis yang akhirnya gulung tikar, karena mendapati hambatan dalam bisnisnya, dan tidak mampu mengatasi hambatan ini dengan baik. Namun sebaliknya, banyak pula pebisnis yang menjalankan bisnis ini dengan baik, dan ketika mendapatkan hambatan dalam bisnisnya, dan bisa me manage dengan baik, justru bisnisnya akan semakin bertambah besar.

Hambatan – hambatan dalam bisnis ini memang sangat beragam, mulai dari modal, hingga kurangnya motivasi. Dan bagi anda yang sedang menjalani bisnis, atau akan memulai bisnis, tentu saja mesti mengenali apa saja hambatan – hambatan dalam berbisnis ini, sehingga nantinya anda bisa melakukan langkah antisipasi dalam menghadapi hambatan ini.

Berikut adalah beberpa hambatan dalam bisnis yang bisa anda ketahui.

  1. Kendala modal

Yang pertama merupakan hambatan yang dinilai klasik,yaitu kendala dalam modal yang memang untuk sebuah bisnis. modal ibarat air yang diperlukan ikan di kolam. Biasanya banyak pebisnis yang justru malahan gulung tikar karena sulitnya mendapatkan suplai modal, dan kekurangan modal.

  1. Bisnis hanya mengekor orang lain

Memang untuk bisnis dengan peluang usaha yang baik itu, merupakan salah satu jenis bisnis yang sedang trend saat ini. Akan tetapi, jika anda hanya mengekor kepada trend atau orang lain, sehingga tidak memiliki identitas dalam berbisnis. Hal ini hanya bisa mendatangkan keuntungan yang sebentar saja, akan tetapi jika trend tersebut sudah pudar, bisnis anda pun akan redup.

  1. Mudah menyerah
Memang untuk memulai sebuah bisnis memerlukan sebuah keuletan dan kegigihan, karena ketika bisnis baru dijalani, maka hal ini tidak sera merta bahwa bisnis anda akan berjalan dan berkembang langsung pesat, akan tetapi memerlukan banyak hal yang mana anda dituntut agar tidak mudah menyerah untuk menjalankannya. Maka mudah menyerah inilah yang justru menjadi kendala dalam anda melakukan bisnis.
  1. Salah perhitungan biaya operasional di awal

Yang selanjutnya adalah faktor kesalahan dalam perhitungan biaya operasional di awal. Biasanya untuk pebisnis yang baru mulai menjalankan usaha, banyak yang mengalokasikan modalnya untuk lebih banyak cenderung memenuhi perlengkapan operasionalnya. Memang ini merupakan hal yang perlu, akan tetapi, jika hal ini salah perhitungan, maka anda akan memiliki stok yang limit, sehingga keuntungan pun akan semakin sedikit.

Itulah beberapa hal yang menjadi hambatan dalam bisnis yang bisa anda kenali, agar anda bisa mengantisipasinya dengan baik.

Terimakasih sudah berkunjung ke web kami 🙂

Sumber : https://portal-uang.com/2016/11/hambatan-hambatan-dalam-bisnis.html

Bisnis/Usaha Sampingan dengan Modal Kecil untuk Kaum Milenial

Laju pertumbuhan bisnis terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Jika dulu dunia bisnis hanya digeluti orang tua, yang terjadi kini ialah sebaliknya. Dunia bisnis perlahan-lahan mulai dikuasai kaum muda.

Berikut beberapa usaha sampingan yang cocok untuk kaum milenial dengan modal yang kecil :

  1. Jual Pulsa Elektrik 

Jual pulsa elektrik justru paling tepat dilakukan sebagai usaha sampingan. Pasalnya teman kost, dan sebagainya adalah pasar yang tepat dan menggiurkan. Usaha besar tentu dimulai dari yang kecil lebih dahulu, dan Anda bisa memilih pulsa elektrik sebagai tahap awal. Mudah, tanpa biaya besar, dan waktu yang fleksibel adalah daya tarik bisnis ini. Modalnya pun relatif kecil, yaitu berkisar mulai dari Rp. 50 ribu hingga Rp 1 jutaan saja. Untuk mendapatkan pelanggan tetap juga relatif mudah yaitu teman dan tetangga anda sendiri.

Tips Menjalankan Bisnis Pulsa Elektrik

  • Memilih Server Pulsa Tepercaya
    Server atau provider pulsa yang tepercaya lebih menjamin transaksi kirim pulsa bisa berjalan dengan lancar. Kunci kepercayaan pembeli ada pada cepatnya transaksi. Hal tersebut juga dapat membuat Anda merasa nyaman karena tidak merasa dikejar-kejar oleh konsumen yang kesal karena pulsa tidak masuk-masuk. Jika transaksi lancar terus, maka pelanggan akan puas dan akhirnya menjadi pelanggan tetap.
  • Rutin Promosi
    Dalam bisnis pulsa elektrik, harus tetap melakukan promosi meskipun sebenarnya anda tidak butuh modal banyak atau biaya operasional. Bagaimanapun juga, dalam menjalankan bisnis, anda harus punya target penjualan. Dan ini bisa dicapai dengan cara promosi yang baik. Promosi tersebut bisa di lakukan dengan cara sederhana, misalkan  Anda bisa melakukan promosi secara mulut ke mulut. Jangan lupa untuk memanfaatkan sosial media yang Anda miliki untuk melakukan promosi kecil-kecilan.
  • Survei Harga
    Walaupun hanya usaha sampingan, tetapi survei tetaplah perlu dilakukan. Survei ini bertujuan untuk mengetahui harga pasaran pulsa di sekitar Anda, dan bisa dilakukan dengan cara cek harga di pedagang pulsa terdekat. Intinya, jangan sampai anda menjual lebih mahal dari harga pasaran, karena tentunya pulsa yang dijual akan menjadi susah laku.
  • Fokus Layanan dan Jangan Bersaing Harga
    Meskipun penting untuk mengetahui harga pulsa di pasaran, tetapi harga pulsa saat ini sudah bukan menjadi isu sensitif lagi. Pembeli sudah jarang mengambil keputusan beli berdasar harga, namun lebih ke layanan yang baik. Jadi bersainglah dalam memberikan layanan bukan dalam harga yang sebenarnya relatif sama untuk satu wilayah tertentu.
  • Mendaftar Lebih Dari Satu Server
    Penjual pulsa elektrik disarankan mendaftar di lebih dari satu server yang bisa digunakan sebagai cadangan ketika server utama bermasalah. Misalnya ketika server utama merespon dengan lambat, transaksi delay atau tertunda, server sedang maintenance, jaringan down, stok kosong dan berbagai masalah lainnya. Dengan adanya server cadangan, maka penjualan pulsa pun tetap bisa berjalan dengan lancar.
  • Hindari Pelayanan Utang
    Nilai keuntungan dari menjual pulsa pada seseorang memang tidaklah seberapa. Namun sebisa mungkin jangan pernah memperbolehkan pelanggan Anda untuk berutang atau ‘ngebon’ pulsa. Karena jika satu orang diperbolehkan berutang, maka pelanggan lain pun akan meminta hal yang sama dan bisa menyebabkan kerugian yang besar. Nyatanya, kejadian seperti inilah yang paling sering menyebabkan orang akhirnya harus gulung tikar dalam bisnisnya.
  • Jangan Mengambil Keuntungan Terlalu Besar
    Bisnis ini termasuk ke dalam golongan bisnis dengan perputaran modal yang cepat. Menggiurkan, bukan? Tetapi patut untuk diwaspadai, jangan sampai terbuai oleh keinginan untuk mencari keuntungan besar dengan cepat. Karena bisnis ini juga melibatkan persaingan yang ketat, jadi sebaiknya berikan harga yang kompetitif sehingga kios pulsa Anda tidak ditinggalkan oleh konsumen karena harga yang terlalu mahal.

2. Menjual Aneka Kue

Bagi anda yang menyukai atau memiliki hobi memasak kue, maka ide berikut adalah ide yang sempurna. Pasalnya, anda bisa menghasilkan uang dari kegiatan yang anda gemari tersebut.

3. Bisnis Online

Bisnis online menjadi bisnis yang paling laris manis dikalangan kaum milenial. Jumlah pemilik bisnis online juga semakin bertambah dari tahun ke tahun. Di Indonesia ada ribuan, bahkan puluhan ribuan orang yang menggeluti bisnis online karena dinilai profitable, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Namun banyaknya jumlah pebisnis online membuat tingkat persaingan bisnis semakin ketat. Menawarkan barang yang bagus saja tidaklah cukup kalau tidak disertai pelayanan yang memuaskan. Anda yang ingin menggeluti bisnis online harus mampu mengamati kebutuhan pasar lebih dulu sebelum akhirnya resmi terjun ke dunia bisnis.

4. Bisnis Fotografi

Dunia fotografi yang dulunya dijadikan sebagai penyalur hobi, kini merupakan peluang bisnis yang menguntungkan. Anda yang lihai di bidang ini dapat memulainya secara perlahan dengan modal yang minim. Bahkan, hanya dengan kamera bagus dan skill saja, anda dapat menggeluti bisnis yang menguntungkan ini. Pangsa pasar bisnis fotografi juga sangat besar mengingat jasa fotografer dibutuhkan hampir disetiap kesempatan. Apalagi saat ini makin banyak orang yang ingin mengabadikan setiap momen dengan gambar yang menakjubkan.

Sumber :

https://www.cermati.com/artikel/21-usaha-sampingan-dengan-modal-kecil

https://economy.okezone.com/read/2018/02/10/320/1857588/buat-generasi-millenial-yang-mau-berbisnis-inilah-6-jenis-bisnis-yang-cocok

Doa untuk Memulai Sebuah Bisnis/Usaha

Alloohummak finii bi halaalika an haroomika, wa aghninii bi fadhlika amman siwaaka. Alloohumma innii a’uudzubika minal hammi wal hazni wal kasli wal bukhli wa dhol’id daini wa gholabatir rijaal.

“Ya Allah cukupkanlah diriku dengan yang halal dari sisi-Mu. Cukupkanlah aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak butuh lagi kepada siapa pun selain Engkau. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan, kesedihan, kemalasan, kekikiran, dan dari lilitan utang, serta kekangan dari banyak orang.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Hakim)

Dengan melihat maknanya, doa tersebut sangat cocok untuk dibaca ketika anda hendak memulai sebuah usaha atau bisnis. Sebab, dengan doa tersebut anda memohon kecukupan kebutuhan anda dengan karunia Allah SWT yang halal. Anda juga memohon agar dihindarkan dari sifat malas dan kekangan dari pihak-pihak tertentu saat kita menjalankan bisnis.

Selain doa di atas, anda juga disunnahkan dapat mempraktikan ibadah yang terdapat dalam link video di bawah ini :

https://www.youtube.com/watch?v=IeyWhXw1Sys

Sumber : http://www.geniusedukasi.com/doa-sukses-bisnis-dan-pekerjaan-1/

Tips Memulai Bisnis Untuk Milenial

 

 

 

 

 

 

Terjun ke dunia bisnis adalah keputusan yang berani bagi pemula. Persaingan dunia bisnis yang sangat ketat, tentu menjadi tantangan yang besar bagi pemula yang tidak memiliki pengalaman dalam menjalankan usaha.

Meski merupakan seorang pemula, Anda punya kesempatan untuk membangun bisnis yang sukses. Anda tidak perlu minder ketika baru merintis bisnis. Semua pebisnis yang telah sukses juga dulu pernah seperti Anda yang memulai segala sesuatunya dari nol.

Lalu apa rahasianya agar pemula dapat sukses merintis bisnis sendiri?  Nah, berikut beberapa tips sukses dalam merintis bisnis dari nol khususnya bagi para pemula milenial.

1. Harus pintar menabung

Menjadi pebisnis milenial, maka anda harus menghemat dengan cara menabung, karena jika anda  mau, maka dari hasil tabungan anda itulah anda bisa membuka usaha.

2. Jangan sok tahu

Disini anda sebagai kaum milenial jangan bersikap sok tahu dan tidak ingin mendengarkan saran dari orang lain. Jika anda ingin membangun bisnis, maka anda semestinya harus banyak mendengarkan saran atau pun masukan dari orang lain, terutama orang-orang yang sudah mempunyai bisnis yang lebih besar dari pada bisnis yang ingin anda bangun.

3. Mulai dari usaha yang kecil

Jangan malu untuk memulai bisnis yang kecil, karena semua pebisnis yang besar pada umumnya memulai bisnis mereka dari usaha-usaha yang kecil.

4. Fokus pada satu usaha/bisnis

Sebagai pemula, anda harus fokus pada satu usaha, agar anda tidak merasakan kecapean yang berlebihan yang nantinya dapat jika anda sudah terlalu lelah, maka akan berakibat pada fisik atau kesehatan anda, sehingga rencana dan semangat membangun bisnis dari awal hilang percuma.

5. Perluas pertemanan

Dengan memiliki banyak teman, maka akan semakin banyak hal-hal baru yang anda dapatkan. Mereka bisa membantu keberlangsungan bisnis anda, bahkan mereka bisa jadi orang pertama yang menjadi konsumen anda hehe. Selain menjalin hubungan dengan orang-orang yang sudah anda kenal, anda juga bisa bergabung dengan orang-orang yang sudah mempunyai keahian lebih dalam dunia bisnis, banyak bertanya dan mendengarkan cerita dibalik keberhasilan bisnis mereka, agar anda bisa termotivasi.

6. Memanfaatkan Sosial Media semaksimal mungkin

Di era milenial ini, anda harus pandai melibatkan sosial media dalam menjalankan bisnis anda, sebab ini adalah bagian terpenting dalam sebuah bisnis yang ingin anda pasarkan.

7. Mau belajar dengan serius.

8. Mau bekerja keras.

9. Pantang menyerah.

10. Punya mimpi yang besar dan terukur.

11. Mau mengambil resiko.

 

Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20180122181250-25-2216/tips-memulai-bisnis-untuk-milenial-dari-bos-haagen-dasz

http://www.franchise-expo.co.id/Press/Tips/5-Cara-Memulai-Bisnis-Online-yg-Menguntungkan-Utk-Pemula/